Sinopsis Novel Namaku Hiroko dan Pertemuan Dua Hati
BAB I
PENDAHULUAN
Sinopsis novel merupakan sebuah alternatif mahasiswa terutama Prodi PBSI untuk mengetahui sejarah sejarah sastra. Karena disini seorang mahasiswa akan dihadapkan dengan
BAB II
ISI
A. Sinopsis Novel Namaku Hiroko
1. Identitas Buku
Judul : Namaku Hiroko
Pengarang : Nh. Dini
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit : Jakarta
Tahun : 2002
Jumlah halaman : 247
2. Sinopsis Novel Namaku Hiroko
Hiroko adalah seorang gadis desa anak sulung dari keluarga petani miskin. Ibu kandung Hiroko meninggak saat Hiroko berumur 4 tahun kemudian ayah Hiroko menikah lagi dan dari ibu tirinya itu Hiroko mempunyai dua adik laki-laki. Karena kehidupan Hiroko yang miskin, Hiroko tidak mampu meneruskan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Hiroko hanya lulusan sekolah rendah saja.
Suatu hari ayah Hiroko pulang dari ladang bersama seorang tengkulak namanya Tamura-san. Beliau mengatakan bahwa saudaranya membutuhkan seorang pembantu rumah tangga. Setelah terjadi kesepakatan bersama akhirnya beberapa hari kemudian berangkatlah Hiroko dari desanya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Hiroko bekerja di rumah pasangan suami istri yang sudah berumur lanjut. Di sana Hiroko mulai merasakan perbedaan kehidupan antara di desa yang serba kesusahan dengan kehidupan kota yang memanjakan. Di keluarga majikannya Hiroko tidak lama bekerja karena kemudian datang kabar dari desa bahwa neneknya meninggal dunia. Akhirnya Hiroko pun kembali pulang ke desanya.
Tak terasa sudah sepuluh bulan lamanya Hiroko tinggal di desa, sampai suatu saat Hiroko bertemu dengan teman lamanya, Tomiko. Tomiko mengajak Hiroko untuk kembali ke kota karena kata Tomiko di kota sekarang banyak lapangan kerja membutuhkan pekerja atau pembantu rumah tangga. Dengan ijin ayahnya berangkatlah Hiroko bersama Tomiko ke kota Pelabuhan Kobe. Di sana Hiroko bekerja di rumah keluarga konsul bahasa Perancis. Maka untuk sementara Hiroko pun tinggal bersama Tomiko. Sampai akhirnya suatu hari Hiroko mendapat pekerjaan baru, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Majikan Hiroko yang baru adalah pasangan suami istri yang masih muda, mereka memiliki seorang bayi laki-laki.
Di rumah majikannya yang baru Hiroko mendapat pengalaman baru, Hiroko mengenal cinta, Hiroko menyukai adik majikannya yang bernama, Sanao. Dan rupanya Sanao pun begitu dia menyukai Hiroko. Akan tetapi keadaan dan perbedaan statuslah yang menjadikan jurang pemisah sehingga membuat mereka tidak bisa menyatukan cintanya. Hingga suatu malam Sanao berhasil menyentuh Hiroko untuk pertama kalinya.
Setelah pengalaman pertamanya dengan Sanao kehidupan Hiroko berubah. Majikan Hiroko menjadikannya sebagai budak nafsunya. Sampai akhirnya Hiroko tidak tahan lagi dan memilih untuk keluar dari pekerjaannya. Hiroko kemudian berhenti bekerja dari rumah majikannya itu dan kembali bersama Tomiko sahabatnya. Sambil menunggu pekerjaan baru Hiroko membantu pekerjaan Tomiko di rumah majikannya itu.
Hiroko kembali mendapat pekerjaan, dia diterima bekerja di sebuah toko besar. Di sana ia bertugas sebagai penerima tamu yang datang ke toko itu. Walau gajinya kecil Hiroko sangat menyukai pekerjaan yang baru itu. Suatu waktu Hiroko berkenalan dengan seorang pria bernama, Kishihara Yukio seorang pria yang berpenghasilan cukup tinggi dan menyukai Hiroko. Akan tetapi Hiroko tidak begitu menyukainya. Hiroko hanya menyukai pemberian materinya saja.
Setelah lama bekerja di toko itu Hiroko berhasil mengambil hati salah seorang atasannya, Nakajima-san namanya. Ia begitu memperhatikan dan mendorong kemajuan Hiroko dalam bekerja.
Atas saran Nakajima-san Hiroko tinggal di sebuah apartemen kecil di atas sebuah bar bernama, Manhattan. Di tempat tinggalnya yang baru Hiroko mengenal kehidupan malam di kotanya. Di sana juga Hiroko berkenalan dengan Soeprapto mahasiswa asal Indonesia yang tinggal di Jepang, akan tetapi persahabatannya dengan Soeprapto tidak berjalan lama, karena Soeprapto harus kembali ke Indonesia.
Setelah lama Soeprapto menghilang, Hiroko mendapat surat undangan yang isinya meminta Hiroko untuk berkunjung ke Indonesia. Bahkan dalam surat itu Soeprapto secara langsung berniat untuk mempersunting Hiroko. Namun Hiroko menolaknya secara halus. Hiroko tetap datang ke Indonesia memenuhi undangan Soeprapto atas saran Nakajima-san.Setelah berada di Indonesia, Hiroko diajak berkunjung ke beberapa tempat wisata. Hiroko begitu mengagumi keramahan bangsa Indonesia dan keluhuran budayanya. Yang paling membuat Hiroko tertarik adalah kerajinan kain batik khas Jogja. Hirokopun berniat memperkenalkan corak kain batik tersebut ke masyarakat Jepang.
Pergaulannya yang luas membuat wawasan pengetahuan Hiroko bertambah juga. Hingga atas pertimbangan itu pula Nakajima-san mempercayakan Hiroko untuk mengambil keputusan penting demi kemajuan toko tempat Hiroko bekerja.
Pada suatu kesempatan Hiroko berkenalan dengan Natsuko, seorang gadis keluarga kaya. Natsuko yang pendiam begitu percaya pada Hiroko dan menganggap Hiroko sebagai teman sejatinya.
Keinginan Hiroko untuk mendapatkan segala kesuksesan hidup, menjadikannya menghalalkan segala cara asal tidak mencuri. Atas dasar itu pula Hiroko menjadi penari kabaret di sebuah klub malam. Kecantikan dan kemolekan tubuhnya, membuat keberuntungan bagi Hiroko sehingga menjadi terkenal. Ia dibayar cukup mahal untuk setiap pertunjukannya.
Dalam suatu pertunjukan tarinya Hiroko berkenalan dengan Yoshida, seorang pengusaha kapal terkenal di kota Kobe. Yoshida begitu tergila-gila pada Hiroko sehingga apapun kemauan Hiroko selalu dipenuhinya. Akan tetapi, hubungan mereka terhalang karena ternyata Yoshida adalah suami dari Natsuko sahabat sejatinya. Akhirnya, Yoshida hanya menjadikan Hiroko sebagai wanita simpanan saja tanpa kejelasan status istri yang sah.
Di akhir cerita Hiroko menjadi pemilik dari bar Mahattan tempat dahulu ia tinggal. Sebagian besar saham toko tempatnya bekerja pun berhasil dikuasainya. Bahkan rumah Nakajima-san atasan Hiroko dahulu berhasil dimilikinya, Yoshida yang membelikan rumah itu untuk bekal Hiroko di hari tua.
Atas jerih payahnya itu, kini Hiroko berhasil menjadi seorang yang sukses di kota besar. Dia bisa menyekolahkan dua adik tirinya dan membiayai kehidupan kedua orang tuanya di desa.
Analisis Intrinsik
Tokoh dan Penokohan
Adapun tokoh/penokohan yang memerankan cerita novel Namaku Hiroko, antara lain sebagai berikut.
|
- Hiroko |
: |
Seorang gadis lugu, jujur dan rendah hati, selalu belajar dari kesalahan yang diperbuatnya, berkeinginan kuat untuk memperbaiki kehidupan pribadi Hiroko dan keluarganya. |
|
- Keluarga Hiroko |
: |
Ayah Hiroko (Uneo-san), seorang pekerja keras, petani. Ibu tirinya, seorang ibu yang baik hati dan selalu berusaha menyenangkan hati anak-anaknya, seperti dilakukannya kepada Hiroko. Dia memperlakukan Hiroko seperti anaknya sendiri. Dua adik laki-laki, manja dan susah diatur. |
|
- Tomiko |
: |
Seorang sahabat teman lama yang selalu membantu setiap kesusahan teman-temannya. |
|
- Emiko |
: |
Sahabat Tomiko yang tegas pada pendiriannya tapi bijaksana yang juga sebagai kepala pembantu rumah tangga. |
|
- Michiko |
: |
Teman Tomiko yang sama-sama jadi seorang perantau dari desa yang terbilang paling modern di antara yang lainnya. |
|
- Nakajima-san |
: |
Seorang atasan yang bijaksana yang selalu memperhatikan Hiroko karena secara pribadi ada kesamaan nama dan nasib. |
|
- Sanao |
: |
Cerdas, tampan, berpendidikan tinggi tetapi kurang teguh pendirian dan selalu mementingkan dirinya sendiri. |
|
- Soeprapto |
: |
Baik, berpendidikan cukup tinggi dan menjunjung tinggi adat ketimuran. |
|
- Kishihara Yukio |
: |
Berpendidikan dan mempunyai pendidikan penting, segala sesuatu diukur dari materi. |
|
- Yoshida |
: |
Suami Natsuko, seorang pengusaha sukses, mempunyai kesamaan fisik dengan Sanao hanya sifatnya yang berbeda Yoshida lebih peduli dan selalu membahagiakan Hiroko. |
|
- Natsuko |
: |
Istri Yoshida yang lugu, penurut dan sifatnya sangat tertutup. |
Tema
Novel Namaku Hiroko secara keseluruhan, mulai dari kata pengantar sampai biodata penulis dapat disimpulkan bahwa tema yang dijadikan inspirasi oleh penulis adalah tentang perubahan perilaku masyarakat Jepang secara umum akibat dari kemajuan ekonomi dan industri pasca Perang Dunia Ke-2.
Sebagai bangsa yang paling maju di Asia dalam bidang ekonomi Jepang mengalami kemunduran dalam hal kebudayaannya. Budaya asing (Barat) telah menjajah masyarakat Jepang.
Di sini penulis berusaha membandingkan budaya Jepang dengan budaya Indonesia lewat hadirnya tokoh Soeprapto.
Latar
Novel ini mengisahkan kehidupan masyarakat Jepang pada masa sekitar tahun 1960-an atau + 13 tahun setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia Ke-2.
Kota Pelabuhan Kobe dijadikan kota utama karena menurut pengamatan penulis dari pelabuhan Kobelah segala pengaruh budaya asing atau barat mulai meracuni kehidupan masyarakat Jepang pada umumnya.
Alur
Dilihat dari cerita Novel ini, Namaku Hiroko termasuk alur maju artinya kejadian dan urutan ceritanya disusun secara runtut dari awal sampai akhir.
Sudut Pandang
Sudut pandang adalah cara atau pandangan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. Dalam Novel Namaku Hiroko sudut pandang yang digunakan adalah pandangan orang pertama yaitu aku yang menjadi tokoh utama. Hal ini membuat para pembaca seolah ikut mengalami dan merasakan petualangan si aku.
Amanat
Dalam novel ini mungkin secara keseluruhan penulis berusaha menyampaikan pesan bahwa kemajuan industri/ekonomi suatu bangsa dapat memundurkan budaya masyarakatnya. Tetapi kemajuan budaya suatu bangsa, seharusnya bisa memajukan ekonomi bangsa atau masyarakatnya.
Adapun secara khusus, pesan yang disampaikan oleh penulis dengan penokohan Hiroko adalah jalani hidup seperti air mengalir, selalu jujur dan rendah hati.
Gaya Penulisan
Novel ini merupakan cetakan ke-8 dari PT. Gramedia Pustaka Utama, Tahun 2002. Tapi gaya penulisan novel ini masih bersih dari istilah bahasa asing walaupun ada kutipan dari bahasa Jepang, itu hanya sekedar pemanis yang dapat membawa pembaca lebih mendalami isi cerita.
Seperti dapat diambil contoh pada penulisan kata kebendaan, lahiriyah dan sebagainya. Mungkin untuk penulis novel angkatan sekarang (muda) kata itu diganti dengan kata materi, fisik dan sebagainya. Terbukti setelah mengamati salah satu Novel yang ditulis pada masa tahun 1960-1970-an terdapat kesamaan dalam gaya penulisannya, yakni tidak disisipi istilah asing.
B. Sinopsis Novel Namaku Hiroko
1. Identitas Buku
Judul : Pertemuan Dua Hati
Pengarang : Nh. Dini
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit : Jakarta
Tahun : 1994
Jumlah halaman : 87
2. Sinopsis Novel Namaku Hiroko
Bu Suci adalah seorang guru SD. Hampir 10 th mengajar di Purwodadi. Dia tinggal bersama suami, 3 orang anaknya dan uwaknya. Suaminya bekerja sebagai montir di sebuah perusahaan di kotanya. Beberapa bulan lalu suaminya pindah ke Semarang, tepatnya di daerah Mrican.
Saat masuk ke sekolah baru di Semarang, ia menemani anak-anaknya ke sekolah. Dia juga memperkenalkan diri kepada Kepala Sekolah. Sebagai orang tua murid juga sebagai guru yang menunggu pengangkatan. Kepala Sekolah pun memberi penawaran untuk mengajar di sekolah tersebut.
Anak keduanya sakit panas, batuk dan selesma. Bu Suci membawanya ke dokter umum. Setelah beberapa hari, kulitnya di tumbuhi bintik-bintik merah dan terasa gatal. Setelah beberapa hari batuk, selesma dan bintik-bintik itu hilang kini anaknya tersebut merasa sakit kepala. Bu Suci membawanya ke dokter perusahaan. Dokter memberinya obat dan menyarankan untuk dibawa ke Rumah Sakit. Setelah lima hari, anak tersebut sehat dan bisa masuk sekolah lagi.
Hari pertama Bu Suci memperkenalkan diri kepada murid-muridnya dan mengabsen kehadiran muridnya. Hari itu ada 3 anak yang tidak hadir, salah satunya adalah Waskito. Setelah empat hari mengajar, Waskito belum juga masuk. Bu Suci menanyakan kepada murid-muridnya tentang ketidak hadiran Waskito. Namun dari murid-muridnya, dia mengetahui bahwa teman-temannya tidak menyukai Waskito. Menurut guru-guru yang pernah mengajar kelas tersebut, mereka menganggap Waskito sebagai murid yang sukar. Kemarahan dan ketenangannya didorong oleh hati yang kekurangan perhatian dari keluarganya.
Bu Suci mengirim surat kepada Nenek Waksito. Sore hari yang telah ditentukan, Bu Suci mengunjungi rumah Nenek Waksito. Dari Neneknya dia memperoleh banyak informasi tentang Waksito. Bahwa Waksito pernah dipukul oleh ayahnya karena dia membolos. Selama berada dirumah orangtuanya dia tidak pernah ditegur, diberi tahu mana yang baik dan buruk. Tetapi selama tinggal 1,5 th dirumah Neneknya, Waskito bersikap manis, sopan, sering mengerjakan tugas rumah, masuk sekolah secara teratur. Hasilnya Waskito menjadi murid yang normal. Rapotnya menunjukan kemajuan. Namun, orang tuanya mengambilnya kembali.
Suaminya menyampaikan kertas-kertas hasil pemeriksaan kesehatan keluarganya. Menurut dokter perusahaan anak keduanya harus dibawa ke dokter syaraf/neurolog. Berhari-hari Bu Suci dan anaknya mondar-mandir rumah sakit untuk menjalani serangkaian pemeriksaan anaknya. Hasilnya, ternyata anaknya menderita penyakit ayan/ sawan/ epilepsi. Bu Suci mengunjungi Nenek Waskito untuk kedua kalinya. Neneknya menceritakan bahwa kini Waskito tinggal bersama Budenya.
Pada suatu hari Waskito masuk sekolah. Dihari itu Bu Suci meminta beberapa orang siswanya untuk berpindah tempat duduk. Ia juga meminta Waskito untuk pindah namun Waskito tidak mau. Suatu hari sekolah melaksanakan pelajaran turun ke lapangan. Guru-guru dan murid-murid mengunjungi pabrik makanan. Terlihat, Waskito aktif bertanya tentang mesin pembuat makanan. Bu Suci membentuk kelompok-kelompok di kelasnya. Setiap kelompok diberi tugas untuk membuat bejana berhubungan. Ternyata hasil karya kelompok Waskito yang paling sempurna
Bu Suci memberikan tugas kelompok membuat kebun binatang.Karya kelompok Waskito yang paling bagus. Selama tiga bulan keadaan tenang. Waskito tidak membuat onar. Pada waktu istirahat Waskito mengamuk. Guru-guru mengusulkan agar Waskito dikeluarkan dari sekolah. Bu Suci mempertahankan muridnya tersebut. Dia meminta waktu satu bulan kepada sekolah. Kepala Sekolah pun mengabulkan permintaannya.
Sejak kejadian itu, pada waktu istirahat Bu Suci lebih sering berada dikelas. Bu Suci pun sering mengobrol dengan Waskito. Bu Suci merasa lebih dekat dengan muridnya tersebut. Pada raport berikutnya berisi angka-angka normal. Waskito tidak pernah mengacau seperti yang dilakukannya tempo hari. Bu suci pun menepati janjinya, Waskito ikut memancing sepuas hatinya di Purwodadi bersama keluarga Bu Suci. Pada akhir tahun pelajaran, Waskito naik kelas. Budenya datang ke sekolah berterima kasih kepada Kepala Sekolah, guru-guru terutama kepada Bu Suci. Atas keuletannya, Waskito menjadi murid yangt lebih dari biasa.
Tokohnya
Bu Suci Kepala Sekolah
Suami Waskito
Anaknya 3 orang Nenek Waskito
Uwaknya Bude Waskito
Amanat
Kita harus sabar dan tabah dalam menghadapi persoalan hidup. Jangan pernah menganggap remeh seseorang dan memandang hanya dari sisi buruknya saja. Apalagi orang tersebut adalah anak didik kita yang harus dibimbing dan didik agar kelak bisa menjadi anggota masyarakat yang semestinya.
BIOGRAFI PENYUSUN
Nama : Muhammad Anas
CURHAT
Kejadian apa yang akan aku ceritakan kepada Pak Haryanto, S. Pd, selaku dosen Sejarah Satra. Saya hanya bisa bersyukur kepada Allah SWT yang telah mempertemukan saya dengan Bapak. Karena dengan pertemuan ini saya bisa mengambil ilmu yang diajarkan Bapak dan suatu saat nanti akan saya praktekkan dalam kehidupanku.
Pada dasarnya Bapak Haryanto, S. Pd merupakan dosen yang baik apalagi dalam usianya yang cukup muda Bapak sudah bisa menjadi dosen, tapi ada satu sikap yang saya kurang suka dan semoga ini bisa menjadi cerminan Bapak, yaitu Bapak terkadang pilih kasih dalam mengajar. Bapak hanya disibukkan dengan mahasiswa yang bapak anggap akrab atau kenal. Saya minta maaf kalau saya lancang dalam berbicara. Itu hanya pandangan mata saya.
NILAI YANG SAYA INGINKAN
Pantaskah jika saya meminta nilai kepada Bapak?, apalagi saya hanya seorang mahasiswa biasa. Saya hanya membutuhkan nilai yang bisa membuat orang tuaku tersenyum bahagia, yang bisa melupakan setiap tetesan keringatnya supaya putranya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, saya akan berusaha mendapatkan nilai yang terbaik.
Saya percaya kepada Bapak, kalau Bapak akan memberikan nilai yang terbaik bagiku, yang sederajat dengan usaha yang saya keluarkan.
Desember 17th, 2011 at 00:56
paraprotex calivita
Nopember 24th, 2012 at 09:55
Namaz Vakitleri…
[...]Sinopsis Novel Namaku Hiroko dan Pertemuan Dua Hati - DO’A IBU[...]…